• Jumat, 18 Mei 2012
Malam Minggu Bakal Sajikan Motif Batik di Night Market

Ingin Membatikkan Kota Solo

Bram Dwi Atmanto - Timlo.net
Selasa, 7 September 2010 | 02:50 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Bram
Rory Wardhana

Solo – Dewasa ini Batik sudah mulai dikenal bukan hanya dilingkungan masyarakat Indonesia semata namun lebih masyarakat asing. Apalagi dengan dikukuhkannya batik oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya. Tentu saja kota Solo yang terkenal dengan batiknya juga tidak kalah ketinggalan, pengembangan batik mulai ditingkatkan apalagi memasuki dunia modern saat ini.

Ragam batik yang menawan dan beragam tidak luput dari sentuhan ajain seorang perancang busana. Salah satunya Rory Wardana, perancang busana kelahiran Kota Solo 28 Oktober 1980 ini telah menghasilkan beragam karya batik dengan beragam corak.

Namun ditengah semakin dikenalnya batik, ia merasa cukup prihatin dengan para pemuda dan masyarakat Solo, yang jarang sekali terlihat mengenakan batik. “Sering ada pandangan masyarakat bahwa harga batik itu mahal dan kuno, jadi saya mencoba mengembangkan batik buatan saya yang harganya terjangkau dan tentu saja dengan motif yang tidak kalah,” ujarnya pada Timlo.net di Pasar Windujenar, Ngarsopuro.  

Melihat kondisi itu, Rory mencoba mengembangkan ide dan tercetuslah sebuah gagasan untuk membatikkan kota Solo “Ini wujud partisipasi saya untuk membumikan batik di tanah kelahiran sendiri. Perlahan-lahan saya berupaya mengubah anggapan masyarakat bahwa mengenakan busana batik adalah ndeso (ketinggalan jaman),” jelas Rory.

 “Cukup ironis disaat negara asing mulai menggemari kesenian batik, banyaj generasi muda yang justru jauh dengan batik. Untuk itu akan saya jajal mendekatkannya kepada kalangan muda, kemungkinan di wisata belanja Night Market solusinya,” imbuhnya.

Apa yang menjadi gagasan Rory Wardhana bukanlah isapan jempol belaka. Pihaknya siap mengajak masyarakat untuk berkunjung setiap malam minggu di Pasar Windujenar, Ngarsopuro, Solo untuk melihat beragam karya motif batik yang up to date.

         

Berita Terkait

Komentar

  1. Helga Indra Rukmana

    semoga program membudayakan batiknya sukses!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan mettafm