Ingin Membatikkan Kota Solo

Solo – Dewasa ini Batik sudah mulai dikenal bukan hanya dilingkungan masyarakat Indonesia semata namun lebih masyarakat asing. Apalagi dengan dikukuhkannya batik oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya. Tentu saja kota Solo yang terkenal dengan batiknya juga tidak kalah ketinggalan, pengembangan batik mulai ditingkatkan apalagi memasuki dunia modern saat ini.
Ragam batik yang menawan dan beragam tidak luput dari sentuhan ajain seorang perancang busana. Salah satunya Rory Wardana, perancang busana kelahiran Kota Solo 28 Oktober 1980 ini telah menghasilkan beragam karya batik dengan beragam corak.
Namun ditengah semakin dikenalnya batik, ia merasa cukup prihatin dengan para pemuda dan masyarakat Solo, yang jarang sekali terlihat mengenakan batik. “Sering ada pandangan masyarakat bahwa harga batik itu mahal dan kuno, jadi saya mencoba mengembangkan batik buatan saya yang harganya terjangkau dan tentu saja dengan motif yang tidak kalah,” ujarnya pada Timlo.net di Pasar Windujenar, Ngarsopuro.
Melihat kondisi itu, Rory mencoba mengembangkan ide dan tercetuslah sebuah gagasan untuk membatikkan kota Solo “Ini wujud partisipasi saya untuk membumikan batik di tanah kelahiran sendiri. Perlahan-lahan saya berupaya mengubah anggapan masyarakat bahwa mengenakan busana batik adalah ndeso (ketinggalan jaman),” jelas Rory.
“Cukup ironis disaat negara asing mulai menggemari kesenian batik, banyaj generasi muda yang justru jauh dengan batik. Untuk itu akan saya jajal mendekatkannya kepada kalangan muda, kemungkinan di wisata belanja Night Market solusinya,” imbuhnya.
Apa yang menjadi gagasan Rory Wardhana bukanlah isapan jempol belaka. Pihaknya siap mengajak masyarakat untuk berkunjung setiap malam minggu di Pasar Windujenar, Ngarsopuro, Solo untuk melihat beragam karya motif batik yang up to date.
Berita Terkait
Komentar
Tulis Komentar
Berita Terkini
- Lagi, Uji Emisi Esemka Diundur
- KSPH Solo Gelar Sweet Valentine
- Regrouping, 6 Sekolah di Solo akan ...
- UNS Peringkat 7 Terbaik di Indonesi...
- Masa Pensiun Pengawas Sekolah 56 Ta...
- Kirab Barongsai Rayakan Cap Go Meh
- Kliwonan, Pasar Kambing Khas Giriwo...
- 2013, Jam Kerja Pengawas Sekolah Di...
- Pertanian di Sragen Hadapi Sembilan...
- 36 Kandang Ayam di Sukoharjo Dimoni...
- Menyulap Kerasnya Batu Menjadi Rupi...
- Paski Jateng Ingin Orbitkan Komedia...
- Bupati Wonogiri Diminta Lebih Pro-R...
- PAD Sektor Tambang Diprediksi Naik ...
- 23 Pebruari, PNS Solo Pakai Seragam...
Berita Terpopuler
- Singa Jurug Terlepas, TSTJ Dijaga...
- Ultah ke-12, Pasoepati Tabuh...
- Pramekers Siap Hengkang dari...
- 4 KA Prameks Baru Siap Meluncur
- Stasiun Delanggu & Stasiun Ceper...
- Sritex Bakal Rekrut 10 Ribu...
- Hiiiiii..! Di Sini Ada Mumi
- Tengkorak Manusia Gegerkan Warga...
- "Penampakan" di Mal
- Singa Jurug Terkam Onta Hingga...
- RSI Klaten Berhasil Tangani Bayi...
- Persis Solo Persiapkan Diri Menjamu...
- Tiap Kamis, PNS Solo Wajib Pakai...
- Jokowi: Pedagang Klewer Jangan...
- Uji Emisi, Mobil Esemka Bakal...

semoga program membudayakan batiknya sukses!